Blog

18

Jan

2022

Statue of Liberty

Posted by Pahlawan Kebahagiaan
Statue of Liberty image

Short Story oleh #PahlawanKebahagiaan

         Cerita berawal ketika saya diterima masuk SMA Favorit di provinsi saya. Awalnya saya sangat senang ketika saya mengetahui bahwa saya telah lulus di sekolah tersebut. Namun, masa pertama sekolah yang seharusnya diisi dengan kegiatan bermakna dirusak oleh situasi pandemi.

         Pada awal September, saya sangat bersemangat untuk pergi ke asrama karena memang belajar daring sangat membosankan. Apa yang saya alami selama daring jelas sangat berbeda dengan kondisi tatap muka. Awal sekolah, saya sudah disibukkan dengan berbagai kegiatan asrama yang memang dilakukan secara mendadak. Saya yang tidak pernah memiliki kesibukan apapun di rumah langsung shock ketika mengetahui bahwa semuanya telah terjadwal, dari awal bangun subuh hingga kembali tidur. 

          Selama 3 bulan pertama, kami tidak diperbolehkan untuk menggunakan handphone, menghubungi orangtua, tidak mengikuti kegiatan asrama dengan alasan yang tidak jelas, dan juga budaya sekolah seperti berbicara Inggris kapanpun dan dimanapun, dan masih banyak lainnya. Kemudian, kami melaksanakan kegiatan Leadership Camp, kegiatan yang sangat sangat berat. Perubahan ini jelas membuat kondisi psikologis saya tertekan, bahkan saya sempat berpikir bahwa memilih sekolah ini adalah keputusan yang salah.

         Waktu pun berlalu, dan tiba tiba saja kami diperbolehkan untuk menggunakan handphone, dan keesokan harinya kami melakukan kegiatan Inauguration Student. Ternyata, kegiatan ini mengundang orangtua kami. Ketika acara berlangsung, tidak butuh waktu yang lama kami langsung meneteskan air mata rindu kepada orangtua kami. Ketika acara selesai semuanya langsung memeluk orang tuanya masing masing, ada yang sujud, ada yang menggendong orang tuanya dan kemudian berpelukan.

          Acara ini memang sangat bermakna, dari acara ini disimpulkan bahwa kami harus serius dan ulet dalam melakukan perjuangan kami di sekolah ini, kami harus bisa melewati tantangan dan rintangan yang menghadang di tengah perjalanan kami. Sebagaimana yang orangtua kami lakukan untuk membesarkan, mendidik, dan juga mendukung kami.

          Ketika acara selesai, orangtua dipersilahkan untuk pergi meninggalkan sekolah. Kami tidak khawatir lagi dengan apapun yang akan kami hadapi. Karena di belakang sana ada orang tua yang menunggu kita menuju kesuksesan. Ketika mengantarkan orang tua ke gerbang, saya tidak sengaja melihat patung Liberty di dalam salah satu ruangan kelas. Langsung terbayang di benak saya patung Liberty yang ada di New York. Betapa kokohnya patung itu berdiri sambil memegang obor. Walaupun cuaca hujan badai obor tersebut tetap menyala. Begitu juga dengan kita, obor itu ibarat harapan orangtua kita kepada kita, dan badai ibaratkan setiap rintangan yang akan kita hadapi. Kita harus menjaga harapan tersebut dengan baik demi membuat harapan itu menjadi kenyataan.